wasted my time.

Lucu, luka-luka ini serasa masih basah,
seperti baru kemarin kau torehkan rasanya.
Lebih lucu lagi,
sebenarnya luka ini tak pernah aku perdulikan lagi.
Entah aku yang memang tak bisa mengatur hujam sakitnya, atau engkau yang terlalu pintar menggambarnya.
Gambaran sayatan pisau hatimu yang aku tak tahu hingga kapan harus ku tahan.
Beribu cara aku menghalau pergi sosokmu, bahkan dalam mimpi.
Sungguh aku sudah tak sanggup, maka.
Dengan kesungguhan aku memintamu, pergi bawa semua cerita itu.
Langkahkan kakimu dari tempat terpurukku sekarang.
Tak perlu ulurkan tanganmu untuk aku bangun, karena aku yakin.
Aku bisa berjalan, bahkan berlari membiarkanmu tertinggal di belakang dengan usahaku sendiri.
Luka ini biarkan terawat dengan ikhlas.
Dan aku tak perlu menyesal di kemudian hari.
Karena telah menyia-nyiakan waktuku untukmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s