Rumah yang Kau Tinggalkan.

Senja kemarin.
Saat ego menyuruhmu pergi dari tempat ini.
Saat itulah luka datang, bertubi-tubi.
Angin menghembuskan dirinya membabi buta,
masuk ke dalam tanpa ijin.
Hujan membawa warna kelam untuk hancurkan sisa-sisa cerah senyummu.
Tikus-tikus licik bergerombol menggerogoti kebahagian yang ada, hingga tak bersisa.
Gelap yang dulunya tak pernah lama tinggal,
kini ia yang paling setia di sini.
Semuanya berubah, Tuan.
Gelap sudah menghentikan matahari yang mencoba menyusup jendela-jendela kecil.
Air menggenangkan semuanya hingga tak terlihat lagi oleh mata.
Angin telah menghempaskan semua yang di depannya,
menjatuhkan mematahkan tanpa ampun.
Hujan Badai datang memporak-porandakan pondasinya
Berantakan. Gelap. Hampa. Sepi.
Seperti itu keadaannya sekarang.
Rumah yang sudah kau tinggalkan, Tuan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s