Selamat tanggal 8, kamu yang tak lagi bisa kugapai.

Halo, selamat tanggal 8!

Semoga kamu tambah dewasa, meskipun aku yakin kamu akan dewasa selalu. Selalu dalam lindunganNya, diberi kelancaran, kesabaran dan ketabahan yang tiada tara. Semoga betah di sana ya, meskipun tanpa kita tapi yakin doa-doa kita selalu menyertaimu. Selamat ulang tahun, Sayang.

“ Ini foto mbak, namanya sama kayak kamu biar kita inget terus sama mbak. “

Itu pertama kali yang mama bilang, pas aku tanya siapa bayi yang ada di foto. Di situ jadi tau, kalau aku bukan satu-satunya perempuan yang datang di keluarga ini. Aku yang kedua, yang menggantikan kamu di posisi ini. Aku punya sosok yang bisa dipanggil, Mbak. Kita semua gak akan lupa sama Mbak Ari, meskipun bapak keliiatan gak peduli sama Mbak sekarang tapi asal Mbak tau setiap Bapak sendiri ngelamun Mbak ada di sana. Mama, meskipun Beliau gak pernah nangis kangen sama Mbak tapi di setiap malam Dia doain Mbak di sana.

Kamu masih tetap yang pertama, untuk mereka. Gak akan tergantikan apapun. Semoga kita juga gak akan tergantikan untukmu.

Mbak, di sana gimana? Baik-baik aja kan? Mbak, inget kan sama kita? Mbak gak kangen sama kita? Gak pengen ketemu terus cerita-cerita gimana perjalanan Mbak selama ini? Mbak, Aku mau cerita banyak.

“ Mbaaaaaaak, aku kesel sama temenku. “

“ Mbak, masak tadi aku dimarain sama mama papa gara-gara gini doang. “

“ Mbak, aku lagi suka sama orang ini *nunjukin foto* gimana? “

“ Mbak! Mbak! Mbaaaaaaaaaaaaaaaaaaak! “

Itu semua masih beberapa dari yang aku pingin ucapin sama kamu, Mbak. Di otakku udah banyak kegiatan-kegiatan yang aku pingin lakuin sama kamu, dari main bareng, belanja bareng, nonton bareng, nangis bareng, curhat-curhatan kayak kakak-adik cewek selayaknya.

Kayak yang biasanya ada di dunia ini, kayak yang biasanya aku liat dimana-mana.

Mbak, aku iri. Iri sama yang punya Mbak di keluarganya. Bisa curhat, nangis, ngeluh, capek bareng-bareng gak perlu malu. Aku pingin, Mbak.

“ Mbak, seandainyaa waktu bisa diputar lagi dan kamu bisa milih. Apa kamu akan milih tinggal sama kita, lebih lama? “

Aku ingin, Mbak.

Dari adikmu,
Yang belum pernah bertatap muka, saling sapa, belum pernah berangkulan denganmu.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s