Semua yang berasal darimu akan terasa sangat istimewa.

“ Akan ada satu orang yang akan selalu bertahan di sampingmu seberat apapun itu, seberapa banyak luka yang kamu berikan dia akan tetap mencintaimu. “

Dulu, gak pernah percaya kalimat ini tapi sekarang aku sadar. Dia ada, selalu ada hingga kini.

Orang yang selalu ada, entah itu aku sedang kesusahan, sedih atau marah dia selalu ada. Meski terkadang Ia kena imbas aku marah, kesel, kecewa tapi gak pernah sejengkal dia mundur dari tempatku. Dia selalu tetap di situ datang dengan segala kehangatan dan kebaikannya.

Orang yang tak pernah absen untuk menyelipkan namaku di dalam doa-doanya, mengesampingkan dirinya sendiri hanya demi aku. Dia yang selalu kuat, kuat menghadapi keegoisan, batunya kepalaku, dan kekanak-kanakanku.

Terimakasih banyak, Ma.

Ci sangat sayang sama Mama, meskipun gak pernah nunjukin secara langsung kayak orang-orang lain tapi percaya Aku bener-bener sayang sama Mama. Semua yang ada di Mama adalah sesuatu yang gak akan pernah aku dapetin dari siapapun.

“ Karena hal sekecil apapun itu, semua yang berasal darimu akan terasa sangat istimewa. “

Panggilan Mama ke aku, dari Ci, Cici, adek, semua panggilan sayang yang paling indah terdengar di kupingku.

Marah-marahnya Mama pas aku kalau gak bangun pagi, klumprak-klumpruk di kasur gak cepet bangun, gak nyapu-cuci piring-cuci baju atau nyetrika, gak mau mijitin Mama, masih sesuatu yang Ci kangenin kalau jauh.

Kecerewetannya Mama yang panjagnya kayak kereta api kalau nanyain sudah makan apa belum, kalau kamarnya berantakan, bajunya gak cocok, pulang ke rumah telat, yang sangat khas.

Ndusel di depan tv sambil nonton, makan rujak pedes bareng, makan manga bareng, ngabisin kerupuk, bikin sambel yang super pedes, rebutan remote tv, masak bareng, duduk-duduk di teras adalah kegiatan favoriteku yang teristimewa sama Mama. Gak akan pernah ada yang bisa gantikan itu semua, Ma.

“ Seandainya hal istimewa itu aku lakukan bukan denganmu, aku yakin rasanya tak akan pernah sama. Karena semua keistimewaan itu berasal darimu, Ma. “

Banyak yang bilang peribahasa yang bilang kasih ibu sepanjang masa dan kasih anak sepanjang galah, aku gak bisa menyalahkan atau mematahkan itu semua Ma. Tapi, Mama harus tau kalau sampai detik ini aku terus berusaha untuk gak menjadi galah itu. Kalaupun memang galah, aku pastikan galah yang sangat panjang melebihi galah dari siapapun.

Ma, aku sangat sadar selama ini hingga sekarang Ci jauh dari harapan yang Mama pengenin. Ci sering ngebantah pinginnya Mama dengan milih sesuka hati tanpa mikir panjang, suka bikin marah Mama, jarang mijitin Mama, suka minta-minta yang aneh-aneh. Maaf Ma, Ci belum bisa jadi yang terbaik untuk Mama.

“ Ma, Ci boleh minta sesuatu dari Mama? “

Mama, tetap sehat ya. Jujur, Ci paling gak bisa liat Mama kesiksa kalau udah kambuh. Pingin nangis tapi Ci gak mau Mama tambah sakit. Mama sehat terus sama Ci, kita sama-sama menua bareng Ma.

Ma, yang kuat ya? Ci tau, di luar sana ada banyak batu yang menghantam Mama tapi Ci pengen Mama kuat menghadapi itu. Aku akan selalu di samping Mama, dengan tanganku sendiri menghalangi batuan itu.

Mama, tetap jadi Mama yang sabar. Sabar nunggu aku bisa bahagiain Mama, bikin Mama seneng dan bangga sama Ci. Ci berusaha Ma, gak akan lama.

“ Karena kamu adalah matahariku, sumber dari segala kehidupanku. Aku bisa bayangkan, betapa hancurnya diri ini kalau kamu menghilang. “

Ci sayang Mama, sampai kapanpun.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s