Sampai berjumpa di saatnya kelak.

” Aku sayang kamu. “

” Aku ingin memelukmu, sekali saja di sisa umurku. “

” Betapa aku ingin melihat senyumanmu, meski itu hanya ada di dalam mimpi. “

” Apakah kau di sana juga merindukanku? “

” Sedang apa kau di sana sekarang? “

” Apakah kau baik-baik saja? “

Kak, itu semua kalimat-kalimat yang aku simpan di dalam hati dan pikiran untukmu. Bukan karena aku pengecut yang tak bisa mengucapkannya secara langsung, tapi memang karena kita sudah terpisah terlampau jauh sekali.

Kak, aku tak menginginkan apa-apa. Cukup mengetahui keadaanmu sehat, dan kamu bahagia di sana.  Tapi aku hanya ingin minta tolong,

” Jika aku nanti mampu menyusulmu ke tempatmu, sudi kah kamu menghamparkan senyuman dan menyambutku dengan pelukanmu. “

Teruslah berbahagia di sana Kak, teruslah tebarkan senyuman terindahmu di sana. Sampaikan salamku untuk bidadari-bidadari di surga sana. Aku di sini tak akan pernah mengusikmu di sana, biarlah semua kerinduan ini tersimpan baik dan tersampaikan.

Tenanglah di sana, Kak. Kelak, aku akan menyusulmu ke surga. Sampai berjumpa di saatnya kelak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s