Untuk Perempuan Yang Di Pelukannya.

Hai, apa kabar? Oh, kita gak pernah kenal ya. Kiranya, saat aku mendengar namamu dan melihat wajahmu teringat kalimat ini.

“ Jarak antara kamu benci dengan kamu perhatian serta iri kepadanya cukup dekat, bahkan tak terpisahkan. “

Lucunya seperti ini, aku dan kamu bukan dipertemukan karena sebuah ikatan pertemanan, saudara, bahkan keluarga. Kamu tak pernah tau apa-apa yang aku sukai, apa-apa yang aku benci, seluruh yang aku punya, dan semua cerita hidupku. Tapi, tanpa itu semua kamu sudah bisa membuat aku menambah list apa yang aku benci, mengambil yang aku suka, dan mengalihkan seluruh cerita hidupku. Hebat!

Jangan tanya aku padamu seperti apa, benci? Gak. Iri? Mungkin. Suka? Sama sekali gak! Aku gak bisa menggambarkan bagaimana aku ke kamu, rasaku ke kamu, entah mungkin ini terlalu komplit dan rumit. Pada intinya, aku memang tidak menyukaimu dan tidak benar-benar benci padamu. Boleh aku beri sedikit kejelasan, mengapa aku bisa seperti ini?

Aku masih seperti manusia biasa yang punya rasa marah, benci, terlebih karena dibohongi.

Bukannya mau mengungkitnya, dulu kamu bilang tidak akan menyukainya tapi pada akhirnya kamu bohong kan? Bukan hanya aku yang kamu bohongi, tapi dirimu sendiri yang kamu bohongi. Kenapa harus bilang ke aku kamu akan berenti menyukai dia toh pada akhirnya kamu gak pernah benar-benar stop rasamu. Dan dari awal kemunculanmu, kamu memang benar-benar tak pernah aku harapkan.

Memang semua sudah berakhir antara aku dan dia, tapi aku masih manusia paling egois di muka bumi ini.

Ya, cerita kami memang sudah berakhir tapi sebenarnya ini belum benar-benar berakhir. Masih ada yang memang harus terselesaikan, tapi kamu? Datang dengan kebohongan dan memutuskannya.

“ Pada akhirnya, aku dan kamu sebenarnya ada di posisi yang sama. Sama-sama wanita, tapi bagaimana jika kamu ada di posisiku sekarang? “

Jahat ya aku? Memang. Setidaknya aku bisa mengeluarkan ini semua, secara langsung harusnya. Tapi masalahku bukan cuma tentang kamu dan dia, aku masih banyak masalah yang harus aku selesaikan. Dunia ini pun masih tetap hidup meskipun, entahlah aku ingin berdamai dengan diriku sendiri. Toh semuanya memang sudah terjadi, selebihnya tinggal jalani saja. Aku ingin menawarkan perdamaian ini, bukan untuk apa tapi memang murni untuk diriku sendiri.

Aku tau, hati kita ada yang ngatur. Kita tidak pernah tahu kapan rasa itu dibolak-balikkan.

Sedikit banyak aku sadar kenapa kamu berbohong, karena aku mengambil kesimpulan saat itu memang ingin stop dan itu semua tidak terdukung dengan hati. Hati kita tidak pernah ada yang bisa mengaturnya, kecuali yang Maha Meembolak-balikkannya sendiri.

Tak ada satuan waktu yang tepat untuk tiap-tiap dari kita, semua memang sudah pas.

Mungkin bagiku kamu datang terlalu cepat di antara kami, tapi untukmu atau mungkin untuknya kamu datang di waktu yang tepat. Aku baru sadar akan hal itu, terimakasih untuk mengingatkannya.

Maaf untuk semua yang jelek di aku untukmu selama ini.

Pada akhirnya, aku sadar kalau aku salah dan tidak boleh untuk meminta karma datang padamu. Memang belum di tahap ikhlas, tapi aku selalu berusaha untuk menyisipkan kamu dan dia di dalam doa-doaku. Semoga kamu berbahagia dengan dia, dan aku juga pasti akan bahagia dengan yang terbaik untukku. Terimakasih.

“ Aku ingin menitipkannya padamu, jaga dengan baik sebisamu, jadilah apa-apa yang dia inginkan, lakukan semua yang belum atau yang tak pernah bisa aku lakukan untuknya dulu, dan jadilah yang terbaik untuk dia. “

Untukmu yang sekarang berada di pelukannya, aku ingin menitipkan sesuatu.

Aku sudah bukan lagi siapa-siapa, posisiku dulu sudah tergantikan olehmu. Terimakasih karena kamu telah mau menggantikannya, menemaninya, dan menyenangkan hari-harinya.

Dia pekerja keras, selalu ingatkan untuk tidak lupa beristirahat dari rutinitasnya.

Dia tidak suka dengan keju dan susu, hindarkan dia dari makanan yang mengandung itu, kamu hanya cukup memasakkannya soto kesukaanya tapi aku rasa apapun yang kamu masak dengan cinta dia akan menghabiskannya.

Dia orang yang sangat baik bahkan dengan siapapun kalau dia bisa menolong pasti akan ditolong, jadi jangan pernah cemburu jika perlakuannya untuk teman-teman wanitanya. Dia orang yang sanga setia kok, komitmennya sangat bagus, jadi kamu tenang saja dia tidak akan selingkuh kecuali memang wanitanya yang sangat berusaha keras sepertimu dulu.

Dia orang yang gak akan pernah marah, sekalinya marah akan sangat menyeramkan jadi usahakan jangan membuatnya marah. Dia orang yang sabar sekali, semoga kamu bisa sesabar dia.

” Jika memang kebahagiaanmu sekarang adalah dia, berbahagialah kamu dengannya. Aku memang akan terus melangkah tapi tidak akan datang pada kalian berdua, karena aku akan menemukan jalanku untuk lebih bahagia. “

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s