Denganmu, kejelekan akan menjadi fana.

Dulu, mungkin tempat ini asing. Rasanya gak pingin lama-lama di sini, tapi lambat laun semuanya berubah jadi lebih menyenangkan. Watu Aji no 1, tempat semua orang-orang perantauan yang rela meninggalkan rumah jauh dari keluarga demi menuntut ilmu.

“ Karena, semua berawal dari di sini cerita tentang kita bisa jauh lebih indah. “

Di tempat ini menuntut untuk menjadi lebih mandiri, lebih bijak dalam menghadapi masalah, lebih sabar untuk menyatukan perbedaan dari berbagai kepala, dan dituntut untuk menjalin komunikasi yang baik kepada siapa-siapa saja. Aku gak pernah ingin ini semua diputar kembali, karena aku menikmati setiap detik-detiknya dan proses bagaimana semua tergambar dengan indah. Mungkin fisiknya sudah berubah, orang-orang di dalamnya sudah berubah tapi itu semua tidak membuat semua kenangan yang tergambar menjadi hilang atau pupus. Tidak, sama sekali. Semuanya masih indah, terpajang di benak masing-masing dengan indahnya.

“ Tiap-tiap orang di tempat ini mempunyai porsi masing-masing untuk melekat di hati dan pikiranku. Semuanya punya cerita, yang tak akan pernah ada lagi di tempat lain. “

Mulai dari teman sekamar, Sari yang awalnya kenal karena sksd di depan mading pengumuman ospek kuliah terus berlanjut cari kost dan akhirnya sekamar bareng. Sari yang sekarang jadi dipanggil mama, beda banget sama aku tatanan kamar kita beda 180 derajat. Di sebelah kanan rapi sebelah kiri awut-awutan sama kayak kehidupan cintanya sih, haha. Gak deng canda, dari yang awalnya sekamar gak pernah ngomong gara-gara jadwal kuliah gak ada yang sama sampai akhirnya satu kasur nangis bareng karena kangen orang rumah, dan akhirnya banyak cerita yang ada.

Di kamar depan ada Bunda atau mbak Nimas, yang pertama kenal karena ngajak beli makan bareng. Dari sana komunikasi jadi lancar, bener dipanggil bunda karena emang dia orang yang dewasa padahal cuma beda beberapa bulan aja. Sekarang bunda di Jakarta, nikah dan gak bisa dateng. Maaf ya Bun, aku kangen sama Bunda, makan bareng, belanja bareng.

Kalau sebelah kamar ada Tante sama Nida, si kakak adek yang bener-bener bikin envy. Karena mereka gak pernah terpisahkan dari ngerantau di satu kota sekarang pun kerja juga satu kota, banyak cerita dari mereka. Dari tante yang susah move on sampe tetep gak bisa move on sama orang yang beda lagi, Nida yang kalau pacaran awet banget sampe akhirnya ganti pasangan juga. Selalu kumpul di kamar tante kalau gak ada kerjaan, sekedar nemenin Nida yang banyak tugas, atau dengerin tante galau sedih, atau sekedar cerita ngalor ngidul gak jelas bareng.

Terus ada mb Ani sama Vi yang punya julukan Upin dan Ipin, ya gimana kemana-mana berdua terus bentuk tubuh sama, yaudah kayak kembar. Lucu, mb Ani itu kayak preman tapi lemah gegara sering sakit apa lagi perutnya tapi bebel kalau diomongin. Sedang mb Vi yang orangnya unpredictable, tiba-tiba a terus b, terus ilang, tiba-tiba pindah lah, entah sekarang di mana dia pokoknya nomaden. Haha.

Di sebrang kamar ada Indah atau yang seringnya dipanggil Indul, si gadis hello kitty pink ini punya khas sendiri. Sifatnya yang manja-manja jinak, kalau kepo udah paling banter pol, tapi doi pinter banget. Gak jarang doi dapet prestasi banyak di kampus apalagi akademik.

Dan di kamar atas ada Preti sama Retno, yang akhirnya di masa terakhir ngerantau kita harus pisah kost eh aku tetep sama mereka berdua, sekamar. Retno si gadis Gresik yang polos banget, antara bego dan polos beda tipis tapi lucu banget. Perhatiannya dia melebihi seorang ibu, saking baiknya default untuk jahat dia gak ada, jarang di dunia ini. Preti, si cewek bekas Cak Yuk Pandaan ini temen sama-sama berjuang menghadapi kelulusan. Gak jelas, dari yang males-malesan bareng sampe dia patah hati gara-gara putus, dan akhirnya wisuda bareng. Gila perjuangan gadis kuat ini.

Di balik semua jelek-jelek dan buruk-buruk mereka ada hal-hal yang gak akan bisa ditukarkan dengan apapun. Semuanya akan terasa indah meskipun sedikit memberikan goresan, tapi goresan itu terbayar dengan riang tawa.

“ Denganmu, kejelekan akan menjadi fana. ”

Aku kangen, kangen ngumpul sama semuanya. Cerita ngalor ngidul, curhat, gontok-gontokan gak jelas, olok-olokan, nangis bareng, ketawa bareng lagi. Kangen ngasih surprise ulang tahun kecil-kecilan sederhana seminimalis mungkin, belanja bulanan bareng. Beli makan yang murah dan banyak terus dimakan bareng sambil nonton tivi bareng. Entah kapan itu akan terjadi.

“ Aku rindu menyatukan suka, duka, tangis, tawa, semuanya dalam satu atap. Meski akan berbeda nantinya, pada akhirnya kita tetap bersama. “

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s