Karena kamu sangat berharga melebihi permata.

Akhirnya, aku menuliskan ini kepadamu karena mungkin ini sudah di ambang batas kekuatanku. Ada banyak hal-hal yang ingin aku tanyakan padamu.

“ Apa hari ini kau baik-baik saja? “

“ Adakah yang membuatmu senang saat ini, atau malah membuatmu mengeluarkan air mata? “

“ Mungkinkah kamu tidak lelah dengan ini semua? Lalu kenapa kamu masih berkepala batu mempertahankannya? “

Jujur, aku lelah dengan ini semua. Melihatmu yang terkadang terdiam di sudut kesedihanmu sendiri, terkadang berbahagia di atas lamunan kenyataan. Entah apa yang ada di pikiranmu saat itu. Adakah kau sedikit sadar akan setiap porsi-porsi kebahagiaan dan kesedihanmu? Atau kau membuatnya seolah-olah tak pernah ada?

Berhentilah memikirkan orang-orang yang tak pernah memikirkanmu, sedalam apapun rasamu untuknya ingat dia pun tak akan pernah peduli. Berhentilah untuk mudah memberikan perlawanan, cepat memasak emosi kepada orang-orang yang memang tak pernah tau kamu sebelumnya. Jangan sia-siakan kesedihanmu untuk orang-orang seperti mereka. Yakinilah, kamu bisa bahagia dengan caramu sendiri. Tak perlu mengejar cinta yang tak ingin kau kejar, pada saatnya nanti dia akan datang dengan waktu yang tepat.

Tak usah kamu lebih-lebihkan apa-apa rasa yang kamu rasakan, cukupkan sesuai porsinya. Semua yang kau lebihkan justru nantinya akan menghancurkan dirimu sendiri, tanpa sadar. Aku tau, rasa cinta memang membuatmu gila dan buta tapi tak selamanya cinta itu soal rasa ada kalanya logika ikut campur di sana.

“ Pada akhirnya, kamu tak perlu mempedulikan lisan dan kata karena perilaku yang memenangkannya. “

Mulai detik ini, berhentilah berharap kepada seseorang yang tak pernah mengharapkanmu. Berhentilah berharap banyak kepada seseorang yang sebenarnya tak kamu tahu bagaimana rasanya kepadamu, berhentilah untuk menganggap hal kecil menjadi besar sangat besar. Belajarlah untuk mencintai dirimu sendiri, baru setelah itu kamu akan bisa mencintai orang lain dengan baik.

“ Belajar untuk cintai dirimu sendiri, mulai dari berhenti melakukan sesuatu yang membuatmu sakit sendiri. “

Aku harap, kamu bisa belajar ini. Ya semua memang membutuhkan waktu, aku di sini dengan sabar menunggu semuanya menjadi lebih baik. Aku sangat percaya padamu, aku yakin kamu jauh lebih kuat dari ini dan bisa menghadapi proses ini sampai titik akhir. Kamu hanya perlu sedikit lebih berusaha dan percaya diri.

“ Tak akan ada usaha yang sia-sia, berusahalah mencintai dirimu sendiri. Karena rasa bahagia jauh lebih mahal daripada sebuah kesedihan. “

Berbahagialah dengan caramu sendiri, sembuhkan luka-lukamu dengan obatmu sendiri. Aku percaya kamu bisa.

“ Karena kamu sangat berharga melebihi permata, Hati. “

 

Advertisements

2 Replies to “Karena kamu sangat berharga melebihi permata.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s