#ceritaberantai part 5

Aku biarkan diri ini tenggelam dalam kelu percakapannya di depan pagar tadi, u benamkan tubuh ini di sofa ruang tamu dan ku nikmati setiap irama detak jantung yang tak beraturan ini. Aku terdiam berusaha melupakan sekuat tenaga.

————————————————————————————–

Atuhlah Dit, mau sampek kapan bohong kayak gini? Aku tu capek harus ngikutin kamu bohong terus, dosa Dita.

Dia menatapku dengan tajam, matanya yang tadinya teduh sekarang menjadi geram. Nada bicaranya tak pernah setinggi ini, sepertinya aku sudah berhasil membuatnya naik darah.

Aku juga pingin ceritain semua dari awal tapi setiap aku di depan dia. Aku gak bisa ngapa-ngapain. Selalu berakhir diam seribu bahasa.

Gak mau tau lagi! pokoknya sampek dia ada di depan mata aku lagi kayak tadi, aku bakalan ceritain semuanya sama dia.

Dia melangkah ke kamarnya bersama anak yang didekapnya sedari tadi, tak berselang lama dia keluar dengan muka geram lebih parah dari sebelumnya.

Nih, hasil dari kamu bohong selama 5 tahun.  “ dilemparnya sebuah kotak hitam mungil ke tubuhku.

Dia tadi ngasih ini ? “ tanyaku kaget membenarkan posisiku.

Menurutmu? Ini tuh udah gak bisa dibiarin lagi, kebohongan ini udah harus selesai. 

   Udah, sekarang kamu punya 2 pilihan. Kamu sendiri yang ngaku sama dia atau aku     yang ceritain semuanya. Kamu mau pilih mana? “

Belum sempat aku menjawab pertanyaan itu ketegangan terhela sebentar dengan bunyi telfon dari ruang tengah, dengan terburu-buru Bi Ina pembatu rumah ini mengangkatnya.

Neng Rissaaaaaaaaaa, ada telfon ini … “ teriaknya dari ruang tengah.

Rissa siapaaaaaa Biii ?? “ balasku.

Lah iya Bibi lupa di sini ada dua Rissa, hampura neng yang dicari neng Rissa Nilamsari.

Iya bentar Bi ..

Dia menghampiri Bi Ina dan aku hanya bisa melihat punggung kakak menjauhiku, iya dia kakak perempuanku yang mempunyai nama depan sama, Rissa. Itu adalah singkatan nama dari Ayah dan Ibu, zku hanya 2 bersaudara umur kami hanya terpaut setahun meski bersaudara kami berbeda. Sepertinya gen bagus dari Ayah dan Ibu ada pada kakak, sedangkan gen kurang bagus mereka ada padaku. Kakak tinggi kurus seperti Ayah dan kulitnya putih bersih seperti Ibu, sedangkan aku pendek berisi seperti Ibu dan kulitku sawo matang ikut Ayah.

Aku mengabaikan kakak yang sudah asyik dengan telfonnya, dengan keberanian yang tersisa aku mulai membuka kotak itu. Jantungku ini sudah mulai menebak-nebak isi dari kotak itu. Sedikit demi sedikit semua bagian kotak mungil itu terbuka lebar, dengan sangat jelas aku bisa melihat ada satu cincin berwarna gelap dengan berlian di tengahnya dan terukir inisial RR di bagian dalamnya. Ada kertas kecil berwarna putih yang terlipat sangat kecil terselip di kotak itu, pikiranku sudah tak karuan, lemas melanda sekujur tubuhku tapi aku tetap ingin tahu apa isi dibalik kertas kecil itu. Tulisan tangannya aku sangat mengenalnya, hanya ada 3 kalimat yang tertulis di kertas itu.

Sudah cukup aku 1 tahun ini mencari tapi tak pernah aku dapatkan yang aku inginkan, hingga aku sadar. Dan sekarang, aku ingin mengambil kembali yang pernah aku tinggalkan itu. Ris, maukah kamu mengambilku kembali juga menjadi pasangan hidupmu?

  • Riaji Pradana.

Membaca namanya seperti tersambar petir dan itu cukup membuat tetesan demi tetesan air mata mulai berjatuhan di sudut mataku. Aku sadar sekarang, entah itu 5 tahun lalu atau sekarang dia akan selalu tetap seperti dulu, tak akan pernah berubah.

Dia, selalu menjadi alasan-alasan utama di mana sakit hati ini berasal.

Advertisements

One Reply to “#ceritaberantai part 5”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s